Makalah Pembaruan Dalam Pemikiran Islam Klasik

  вторник 27 ноября
      63
Makalah Pembaruan Dalam Pemikiran Islam Klasik Rating: 8,8/10 9386 reviews

Sejak akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, gerakan pembaruan pemikiran di dunia Islam terjadi secara massif dengan munculnya banyak tokoh-tokoh Muslim ataupun organisasi terkemuka di berbagai negara, seperti Mesir, Iran, Pakistan (India), dan Indonesia. Gagasan pembaruan tersebut dimunculkan melalui istilah dan aksentuasi yang berbeda, antara lain tajdid (renewal, pembaruan) dan ishlah (reform, reformasi), baik yang bertendensi puritanistik dari segi ajaran maupun revivalistik dari segi politik. Makalah ini, mengenalkan kepada mahasiswa gerakan modern dalam Islam yang dipelopori oleh tokoh maupun organisasi Islam di beberapa negara. Secara sederhana dampak Perang Salib dapat dijelaskan sebagaimana berikut: Pertama: Perang salib yang berlangsung antara Bangsa Timur dengan Barat menjadi penghubung bagi Bangsa Eropa khususnya untuk mengenali dunia Islam secara lebih dekat lagi.

Dalam makalah ini penulis akan kiprah pemikiran Sayyid Ahmad Khan dan Gerakan Aligarh yang telah memberikan kontribusi dalam pentas pembaruan sejarah umat Islam di India pada khususnya dan di Negara-negara Islam pada umumnya. 3d modeli dlya stankov chpu skachatj besplatno hd. Makalah ini disusun dalam rangka memberikan perdalaman materi pembelajaran tentang pengertian Pembaharuan Dalam Islam, perbedaannnya dengan modernisasi, reformasi, revitalisasi, rekonstruksi, reaktualisasi, dan reinterpretasi, latar belakang lahirnya Pembaharuan Dalam Islam, pro dan kontra, tokoh-tokoh, pembaharuan dalam islam, serta manfaat pembaharuan islam bagi kemajuan islam.

Ini memiliki arti yang cukup penting dalam kontak peradaban antara Bangsa Barat dengan peradaban Timur yang lebih maju dan terbuka. Kontak peradaban ini berdampak kepada pertukaran ide dan pemikiran kedua wilayah tersebut. Bangsa Barat melihat kemajuan ilmu pengetahuan dan tata kehidupan di Timur dan hal ini menjadi daya dorong yang cukup kuat bagi Bangsa Barat dalam pertumbuhan intelektual dan tata kehidupan Bangsa Barat di Eropa. Interaksi ini sangat besar andilnya dalam gerakan renaisance di Eropa.[1]. Kedua: Pra Perang Salib masyarakat Eropa belum melakukan perdagangan ke Bangsa Timur, namun setelah Perang Salib interaksi perdagangan pun dilakukan. Sehingga pembauran peradaban pun tidak dapat dihindarkan terlebih lagi setelah Bangsa Barat mengenal tabiat serta kemajuan Bangsa Timur.[2] Perang Salib membawa perubahan yang cukup signifikan terhadap perkembangan ekonomi Bangsa Eropa.

Kehidupan lama Bangsa Eropa yang berdasarkan ekonomi semata sudah berkembang dengan berdasarkan mata uang yang cukup kuat.[3] Dengan kata lain Perang Salib mempercepat proses transformasi perekonomian Eropa. • Dasar pertama: pandangan rasional dalam mencapai iman. Asas pertama yang diletakkan Islam adalah rasional dalam memandang segala sesuatu, karena hanya dengan pandangan secara rasional itulah wasilah yang bisa menghatarkan pada iman yang benar. • Dasar kedua: mendahulukan akal atas dzahir nash jika terjadi pertentangan. Dan metode dalam membaca nash di bagi dua varian: pertama, menyerahkan keabsahan nash dengan kesadaran akan kelemahan akal untuk memahaminya dan menyerahkan hakikatnya pada Allah.

Kedua, mentakwil dzahir nash hingga memiliki makna yang tidak bertentangan dengan akal. • Dasar ketiga: menjauhkan diri dari sikap pentakfiran, adapun ucapan Abduh yang terkenal dalam hal ini ialah bila terucap dari seseorang sebuah kalimat yang memiliki kecenderungan kafir dari seratus sisi dan memiliki kecendrungan pada iman dari satu sisi maka kewajiban kita untuk menilai dia sebagai seorang yang beriman dan bukan seorang kafir. • Dasar keempat: pengakuan atas sunnatullah di alam. Sesungguhnya pada alam dan masyarakat terdapat sunnatullah yang menciptakan adanya undang-undang sebab akibat tentang alam semesta.